Tasya Tasya
Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dinamika Manajemen Keuangan Individu di Era Cashless: Persepsi dan Perilaku Masyarakat terhadap Gaya Hidup Konsumtif, Tekanan Inflasi, dan Minat Investasi di Pasar Modal Diva Zahira; Frima Ramadhani; Tasya Tasya; Joni Hendra K
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9631

Abstract

Pergeseran masif menuju sistem pembayaran non-tunai atau cashless di Indonesia, yang ditandai oleh masifnya penggunaan dompet digital dan standar QRIS, telah mentransformasi lanskap manajemen keuangan individu. Pada saat yang sama, tekanan inflasi yang terus menggerus daya beli menuntut individu untuk lebih selektif dalam konsumsi dan memikirkan instrumen perlindungan nilai aset seperti investasi di pasar modal. Namun, bagaimana ketiga kekuatan ini—gaya hidup konsumtif, tekanan inflasi, dan minat investasi—berinteraksi dalam membentuk dinamika pengelolaan keuangan di era digital masih menjadi celah penelitian. Riset ini bertujuan untuk menganalisis secara integratif persepsi dan perilaku masyarakat pengguna cashless terhadap gaya hidup konsumtif, dampak tekanan inflasi terhadap strategi keuangan, serta determinan minat investasi di pasar modal. Metode kualitatif dengan analisis deskriptif kuantitatif diterapkan melalui kuesioner terstruktur dan pertanyaan terbuka terhadap 50 responden berusia 18–35 tahun yang aktif menggunakan pembayaran cashless. Analisis tematik menghasilkan tiga pola tipologi pengelolaan keuangan: (1) Konsumtif Pasif—terjebak kemudahan tanpa antisipasi; (2) Sadar namun Ragu—mengenal pentingnya investasi namun terhambat literasi; dan (3) Bijak Proaktif—mampu mengonversi kemudahan digital menjadi peluang akumulasi aset. Temuan memperlihatkan bahwa tanpa literasi keuangan yang memadai, tekanan inflasi justru memperdalam kerentanan karena konsumsi tetap tinggi, sementara minat investasi tidak teraktualisasi. Diperlukan integrasi edukasi keuangan, fitur transparansi pengeluaran pada aplikasi, dan kampanye investasi digital agar ekosistem cashless tidak hanya memfasilitasi transaksi, tetapi juga mendorong kesejahteraan finansial jangka panjang.