Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Konsep Motivasi dalam Pendidikan Agama Islam Muh idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2017): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi adalah penggerak dalam melakukan aktifitas. Dalam aktifitas pembelajaran motivasi mempunyai kedudukan yang sangat penting. Berhasil atau tidaknya proses interaksi antara pendidik dan peserta didik ditentukan oleh kualitas motivasi yang dimiliki oleh pendidik dan peserta didik. Dalam konsep umum motivasi terdiri dari motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang berasal dari dalam diri, sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari lingkungan sekitar yang mempengaruhi seseorang. Dalam pendidikan agama Islam, motivasi terdiri dari motivasi yang berasal dari Allah (Tauhid) dan motivasi yang berasal dari selain Allah. Motivasi Tauhid adalah motivasi utama yang menjadi penggerak seorang muslim dalam bergerak, sedangkan motivasi selain Allah selama tidak melebihi motivasi tauhid merupakan sebuah kebolehan.
THE PROBLEMS OF JAVANESE LANGUAGE PHONOLOGY INTERFERENCE INTO ARABIC LANGUAGE STUDENTS AT IMTAQ SHIGHOR ISY KARIMA KARANGANYAR Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 10 No 2 (2022): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of phonological interference of the mother tongue to a foreign language is a problem that is often encountered by students. The purpose of this study is to identify the different types of phonological interference from Javanese to Arabic in learning speaking skills at I'dad Muallimin Tahfizhul Qur'an (IMTAQ) Shighor Isy Karima Karanganyar, as well as the causes and solutions. The data for this study was collected using a qualitative approach and descriptive method, with observations of students speaking in Arabic, interviews, and documentation that were listened to several times and phonological interference on students noted. The Miles and Huberman approach is used in this study's analysis. The findings of this study found that phonological interference in learning speaking skills at IMTAQ Shighor Isy Karima Karanganyar was imperfect in pronouncing vowels and difficulty distinguishing long and short vowels, as well as phonological interference in consonant sounds found in the letters ب، ت، ث، ج، ح، خ، د، ذ، ر، ز، س، ش، ص، ض، ط، ظ، ع، غ، ق، ك.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KUALIFIKASI AKADEMIK GURU Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 11 No 1 (2022): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru adalah komponen penting dalam sistem pendidikan. Manajemen sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas guru. Dalam hal ini, dalam manajemen sekolah Kepala Sekolah adalah unsur manajemen yang paling bertanggung jawab. Diperlukan strategi-strategi yang jitu untuk meningkatkan kualifikasi guru, di antaranya adalah kualifikasi akademik. Di antara strategi yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah memfasilitasi para guru untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Mengikutkan para guru dalam pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kualifikasi akademik. Dengan strategi tersebut maka guru menyesuaikan diri dalam Perkembangan IPTEK, mampu bertahan dalam Persaingan global bagi lulusan pendidikan, mampu mandiri dalam Otonomi daerah dan mampu menerapkan kualifikasinya dalam perkembagan kurikulum terbaru.
PENGEMBANGAN KURIKULUM EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN BAKAT SISWA Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2023): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v12i1.632

Abstract

Extracurricular activities are one of the student development activities. Extracurricular activities are activities carried out by students outside of class learning hours. Extracurricular activities are divided into mandatory extracurricular activities and optional extracurricular activities, which are followed by students who are interested in these activities. This paper aims to (1) reveal the development of extracurricular curriculum (2) Know how the extracurricular curriculum in increasing students' interests and talents. Extracurricular curriculum development is a program or design of educational activities held outside of class hours held by the school authorities to shape the character of students in supporting the achievement of educational goals. In other words, the extracurricular curriculum is part of the education unit curriculum developed by each educational institution tailored to the needs of the school. Meanwhile, schools can function as a medium for developing and fostering children's interests and talents properly, so that they do not merely present abstract and scholastic knowledge.
IMPLEMENTASI KURIKULUM ADAB DI SEKOLAH Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2024): Maret
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v12i2.726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan adab serta mengetahui macam-macam adab apa saja yang diterapkan di Sekolah secara lebih mendalam. Selain itu upaya-upaya apasaja yang dilakukan untuk membetuk karakter pembiasaan adab pada peserta didik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistis. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrumen aktif. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yakni, sumber data primer dan sekunder. Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa implementasi kurikulum adab di Sekolah ada dua macam yaitu adab menutut ilmu dan adab keseharian. Adab menuntut ilmu diberikan dan diaplikasikan pada saat peserta didik melakukan pembelajaran baik di akademik maupun dipembelajaran diniyah. Sedangkan adab keseharian perserta didik lebih diaplikasikan pada saat berada di asrama. Yang mana peserta didik teori/ materi-materi adab, dan setelah itu peserta didik diminta untuk mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, serta yang tidak kalah pentingnya adanya keteladanan dari semua warga dan ustadzah yang ada dilingkungan pesantren.
MANAJEMEN KURIKULUM PADA PROGRAM TAHFIDZ DI SEKOLAH Muh Idris
Ta'dibi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): September
Publisher : el Hakim Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61088/tadibi.v13i1.802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen kurikulum pada program tahfidz di Sekolah. Pada beberapa sekolah program tahfidz adalah unggulan dan mendapatkan perhatian yang cukup besar dari stake holder sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan naturalistis. Dalam penelitian ini, penulis bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrumen aktif. Sumber data dalam penelitian ini ada dua yakni, sumber data primer dan sekunder. Manajemen kurikulum dalam program Tahfidz memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan program tersebut. Kurikulum yang baik harus dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan siswa, metode pengajaran yang efektif, serta penggunaan teknologi yang mendukung. Namun, pelaksanaan program Tahfidz juga tidak lepas dari berbagai tantangan, seperti variasi kemampuan siswa dalam menghafal, masalah motivasi, serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan manajemen kurikulum yang baik agar program Tahfidz dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
The Transformation of Rabiah al-Adawiyah and Al-Ghazali's Thought in Islamic Sufism Muh Idris
Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society Vol. 3 No. 3 (2024): Pappaseng: International Journal of Islamic Literacy and Society
Publisher : Sao Literasi Publisher, Yayasan Pendidikan Khaerul Munif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56440/pijilis.v3i3.76

Abstract

This article aims to examine the thoughts of Rabiah Al-Adawiyah and Al-Ghazali. The research method used is Library Research (Literature Study). Primary data is obtained from literature searches related to the thoughts of Rabiah Al-Adawiyah and Al-Ghazali, while secondary data consists of other relevant references discussing these two figures.The research findings indicate that Rabiah Al-Adawiyah's Sufi teachings are centered on the concept of Mahabbah. The term Mahabbah originates from the root words ahabba,yuhibbu,mahabatan, which deeply signify love or profound affection. Additionally, al-mahabbah can also refer to an inclination towards something as a means of fulfilling spiritual needs. Regarding Al-Ghazali's thought, he frequently rejected certain ideas, which later became part of his creed. He criticized philosophy in his book Tahafut al-Falasifah (The Incoherence of the Philosophers), yet he himself engaged with and even supported philosophical ideas. When speaking with the Ash'arites, he appeared to be a pure Ash'arite. In Sufism, he embraced the path of a Sufi. This demonstrates that he often shifted perspectives and did not strictly adhere to a single school of thought. Consequently, Ibn Rushd criticized him, stating:"He did not remain steadfast in a single school of thought in his books. Instead, he became an Ash'arite with the Ash'arites, a Sufi with the Sufis, and a philosopher with the philosophers.