Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Supervisi Kepala Sekolah Melalui Ruang GTK untuk Meningkatkan Profesionalisme Guru di Sekolah Dasar Husen Husen; Resya Restiawati; Tita Rustina; Kania Dewi Sulistia; Dewi Triani; Dinny Mardiani Mardiani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9669

Abstract

Akselerasi digitalisasi dalam sistem administrasi kepegawaian menuntut transformasi total pada paradigma pengawasan instruksional di tingkat satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan siklus manajemen supervisi akademik kepala sekolahyang meliputi fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling) berbasis platform digital Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (Ruang GTK), serta dampaknya terhadap manifestasi profesionalisme harian guru sekolah dasar. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif studi kasus di SD Negeri Kampung Baru, Kabupaten Sukabumi, data dikumpulkan melalui teknik triangulasi yang mencakup wawancara mendalam terhadap kepala sekolah, guru kelas, dan operator sekolah, didukung observasi terstruktur terpandu serta studi dokumentasi portofolio sistem. Teknik analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan berbasis sistem digital ini secara empiris mampu menggeser pola manajemen supervisi konvensional menjadi kepemimpinan berbasis data (data-driven leadership). Struktur fungsional penguncian otomatis (system lock) di platform ini terbukti melahirkan akuntabilitas digital yang mendongkrak kedisiplinan administrasi kurikulum guru serta memicu motivasi intrinsik dalam inisiatif pengembangan diri keprofesian berkelanjutan. Kendala utama di lapangan berupa kepadatan lalu lintas data (server overload) dan kesenjangan literasi teknologi (digital gap) pada kelompok guru senior berhasil diredam secara kelembagaan melalui pengaktifan Komunitas Belajar (Kombel) internal berbasis metode bimbingan sejawat (peer-coaching). Implementasi ini berhasil mengubah fungsi platform digital dari sekadar beban formalitas birokrasi menjadi kebutuhan mutlak instrumen penjaminan mutu guru secara berkelanjutan.