Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Liabilitas Jangka Panjang terhadap Harga Saham PT Bank Central Asia Tbk Rachel Nur Ruhama Simatupang; Sylvia Fettry Elvira Maratno
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh liabilitas jangka panjang terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk selama periode 2018–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier sederhana berdasarkan data sekunder berbentuk data triwulanan perusahaan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah liabilitas jangka panjang yang diukur menggunakan total nilai surat berharga dan pinjaman diterima, sedangkan variabel dependen berupa harga saham yang diukur melalui harga penutupan (closing price) saham perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa liabilitas jangka panjang memiliki koefisien regresi sebesar –0,000293, yang mengindikasikan hubungan negatif terhadap harga saham PT Bank Central Asia Tbk. Namun demikian, hasil dari uji parsial menunjukkan nilai p-value sebesar 0,525849 atau lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05, sehingga pengaruh liabilitas jangka panjang terhadap harga saham dinyatakan tidak signifikan secara statistik. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Square) menjelaskan  sebesar 0,013546 hal menunjukkan bahwa liabilitas jangka panjang hanya mampu menjelaskan sekitar 1,35% variasi harga saham, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa selama periode pengamatan, liabilitas jangka panjang belum menjadi determinan utama dalam menjelaskan pergerakan harga saham PT Bank Central Asia Tbk. Oleh karena itu, analisis harga saham perusahaan perlu mempertimbangkan faktor fundamental, kondisi makroekonomi, serta indikator industri perbankan lainnya.