Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Modal Usaha, Tenaga Kerja, dan Jumlah Pembeli terhadap Pendapatan UMKM di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu Nadia Stevani; Ellya Revolina; Ariel Siswantoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal usaha, tenaga kerja, dan jumlah pembeli terhadap pendapatan UMKM di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh UMKM di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dengan sampel sebanyak 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial modal usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Jumlah pembeli juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM. Secara simultan, modal usaha, tenaga kerja, dan jumlah pembeli berpengaruh signifikan terhadap pendapatan UMKM. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,555 menunjukkan bahwa 55,5% variasi pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Variabel tenaga kerja merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap pendapatan UMKM. Penelitian ini hanya dilakukan pada UMKM di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dan menggunakan tiga variabel independen, yaitu modal usaha, tenaga kerja, dan jumlah pembeli. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam pengembangan kajian ekonomi pembangunan khususnya terkait faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan UMKM serta dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan pelaku UMKM dalam meningkatkan kinerja usaha.