Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Sistem Bagi Hasil (Assibagei) Berbasis Akad Mudharabah Musytarakah pada Ternak Sapi di Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto Dewi Purnama; Nurfitriani Nurfitriani; Indah Anggraeni Bakhtiar; Syaripuddin Syaripuddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem bagi hasil Assibagei pada usaha ternak sapi, mengkaji kesesuaiannya dengan akad mudharabah musytarakah, serta mengidentifikasi kelebihan dan tantangannya dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Assibagei merupakan sistem kerja sama peternakan berbasis kepercayaan yang dilakukan secara lisan antara pemilik modal dan pengelola ternak, dengan pembagian hasil berdasarkan keturunan sapi yang lahir selama masa kerja sama. Ditinjau dari akad mudharabah musytarakah, praktik Assibagei telah memenuhi unsur pelaku akad, modal, dan ijab qabul secara substantif. Namun, aspek kejelasan nilai modal, penetapan nisbah keuntungan, dan mekanisme penanganan kerugian belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan akad karena masih bergantung pada kebiasaan lokal dan kesepakatan lisan. Praktik ini memiliki kelebihan berupa penguatan nilai ta’awun, perluasan akses usaha peternakan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, ketiadaan akad tertulis, kurangnya transparansi modal, dan belum jelasnya pembagian risiko menjadi tantangan utama. Oleh karena itu, diperlukan penguatan aspek akad dan administrasi usaha tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan lokal yang menjadi karakteristik Assibagei.