Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Pegawai PT PLN Enjiniring Akbar Syahrur Ramadhan; Hasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada PT PLN Enjiniring. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya penurunan kinerja pegawai dalam beberapa tahun terakhir serta masih ditemukannya permasalahan terkait kompetensi dan motivasi kerja yang belum optimal. Selain itu, penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja pegawai pada perusahaan jasa ketenagalistrikan masih menunjukkan hasil yang beragam, sehingga menimbulkan adanya research gap dan penting untuk dikaji lebih lanjut. Mengingat peran pegawai yang sangat penting dalam mendukung operasional perusahaan, maka peningkatan kinerja menjadi hal yang krusial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampling jenuh, dengan jumlah sampel sebanyak 96 responden yang merupakan seluruh pegawai PT PLN Enjiniring. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, secara simultan kompetensi dan motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kompetensi yang dimiliki pegawai serta semakin baik motivasi kerja yang diberikan, maka akan semakin meningkat pula kinerja pegawai. Dengan demikian, kedua variabel tersebut memiliki peran penting baik secara individu maupun secara bersama-sama dalam meningkatkan kinerja pegawai.