Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Fear of Missing Out (FOMO), Persepsi Imbal Hasil, dan Financial Self-Efficacy terhadap Keputusan Investasi Saham pada Mahasiswa di Kabupaten Brebes Savitri Zulfa Masfufah; Roni Roni; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Dumadi Dumadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9927

Abstract

Fenomena ketimpangan antara inklusi keuangan yang masif dan tingkat literasi finansial yang rendah akibat lonjakan investor baru dalam dinamika pasar modal saat ini ditempatkan sebagai pijakan krusial yang menginisiasi arah penelitian ini. Penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi peran fear of missing out (FOMO), persepsi imbal hasil, serta financial self-efficacy terhadap keputusan investasi saham pada mahasiswa di Kabupaten Brebes. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui pengadopsian kerangka Theory of Planned Behavior (TPB) sebagai pijakan teoritis yang relevan. Purposive sampling diterapkan guna menjaring 114 responden sebagai sampel penelitian. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan mengoperasikan metode Partial Least Square (PLS) berbasis variance. Hasil bootstrapping mengonfirmasi variabel FOMO, persepsi imbal hasil, dan financial self-efficacy memberikan kontribusi positif terhadap keputusan investasi saham, baik dalam pengujian secara parsial maupun simultan. Posisi ketiga variabel tersebut sebagai faktor determinan yang mengakselerasi pengambilan keputusan investasi pada investor muda ditegaskan melalui temuan ini. Urgensi literasi keuangan yang terencana dan berkelanjutan direkomendasikan oleh hasil studi guna mengendalikan bias akibat dominasi financial self-efficacy dan persepsi imbal hasil, sekaligus dipergunakan untuk memitigasi dampak negatif dari tekanan emosional FOMO dalam setiap keputusan investasi saham yang diambil. Melalui temuan ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman terkait aspek psikologis dan literasi keuangan secara lebih mendalam, sehingga mampu mendukung terbentuknya perilaku investasi yang lebih bijak dan rasional di kalangan generasi muda Indonesia.