Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Impulse Buying, Peer Influence, dan Financial Technology terhadap Financial Anxiety Generasi Z (Studi Empiris pada Mahasiswa di Kabupaten Brebes) Zahra Aulanisa; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari; Roni Roni; Dumadi Dumadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9930

Abstract

Financial anxiety menjadi salah satu permasalahan yang semakin banyak dialami oleh Generasi Z seiring meningkatnya tekanan ekonomi, perubahan pola konsumsi, pengaruh lingkungan sosial, serta perkembangan teknologi keuangan digital yang sangat pesat. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis dan kualitas pengambilan keputusan keuangan individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh impulse buying, peer influence, dan financial technology terhadap financial anxiety pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa Generasi Z di Kabupaten Brebes yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares (PLS) berbantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil pengujian model pengukuran menunjukkan seluruh konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa impulse buying memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap financial anxiety. Sebaliknya, peer influence dan financial technology terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial anxiety. Temuan ini mengindikasikan bahwa tekanan sosial dari lingkungan pertemanan serta kemudahan akses layanan keuangan digital lebih dominan dalam meningkatkan kecemasan finansial dibandingkan perilaku pembelian impulsif. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan financial anxiety pada tingkat moderat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi dan manajemen keuangan, pengendalian pengaruh sosial, serta pemanfaatan teknologi keuangan secara lebih bijaksana guna mengurangi tingkat financial anxiety pada Generasi Z dan meningkatkan kesejahteraan finansial mereka secara berkelanjutan.