Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Selebriti K-Pop, Gaya Hidup Hedonis, dan Citra Merek terhadap Minat Beli Produk Kecantikan Korea dengan FOMO sebagai Variabel Mediasi Suryani Suryani; Arifah Hidayati; Veny Puspita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9936

Abstract

kecantikan Korea dengan Fear of Missing Out (FOMO) sebagai variabel mediasi. Meningkatnya popularitas budaya Korea (Hallyu) mendorong pertumbuhan konsumsi produk K-Beauty di kalangan generasi muda Indonesia, namun mekanisme psikologis yang melatarbelakangi perilaku pembelian tersebut masih perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 125 responden pengguna produk kecantikan Korea di wilayah Bengkulu. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selebriti K-Pop tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap minat beli maupun FOMO. Gaya hidup hedonis berpengaruh positif dan signifikan terhadap FOMO, namun tidak secara langsung terhadap minat beli. Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli, tetapi tidak terbukti dimediasi oleh FOMO. FOMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli serta terbukti memediasi secara penuh hubungan antara gaya hidup hedonis dan minat beli. Nilai R-Square menunjukkan daya prediksi model yang sangat kuat, yaitu 91,5% untuk minat beli dan 81,9% untuk FOMO. Temuan ini mengimplikasikan bahwa perusahaan produk kecantikan Korea perlu merancang strategi pemasaran yang memanfaatkan fenomena FOMO dan karakteristik gaya hidup hedonis konsumen muda untuk meningkatkan minat beli secara efektif