Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan Deposit Ratio (LDR), dan Non Performing Loan (NPL) terhadap Return on Asset (ROA) pada Bank Digital yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2020–2024 Renita Agustin; Irma Sari Permata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9966

Abstract

Perkembangan perbankan digital di Indonesia menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi bank dalam meningkatkan kinerja keuangan, khususnya profitabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to Deposit Ratio (LDR), dan Non Performing Loan (NPL) terhadap Return on Assets (ROA) pada bank digital yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel dan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Populasi penelitian terdiri dari seluruh bank digital yang terdaftar di BEI selama periode penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh, sehingga diperoleh sampel sebanyak 7 bank digital dengan total 35 observasi. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan masing-masing bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial CAR dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kecukupan modal dan penyaluran dana pihak ketiga belum mampu meningkatkan profitabilitas bank digital secara signifikan. Sebaliknya, NPL berpengaruh signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan bahwa kualitas kredit merupakan faktor penting yang memengaruhi kemampuan bank dalam menghasilkan laba. Selain itu, hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa CAR, LDR, dan NPL secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA. Nilai Adjusted R² sebesar 47,5% menunjukkan bahwa variasi ROA dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 52,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan risiko kredit dalam meningkatkan profitabilitas bank digital di Indonesia.