Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Audit Fee, Audit Switching, dan Audit Tenure terhadap Kualitas Audit pada Perusahaan Sektor Kesehatan yang Terdaftar di BEI Tahun 2020-2023 Nadya Zakina; Samirah Dunakhir; Masdar Ryketeng
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit fee, audit switching, dan audit tenure terhadap kualitas audit pada perusahaan sektor kesehatan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan sampel sebanyak 12 perusahaan yang dipilih melalui purposive sampling, menghasilkan 45 data observasi setelah penghapusan outlier. Kualitas audit diukur menggunakan discretionary accrual model modifikasi Jones, audit fee dengan logaritma natural, audit switching sebagai variabel dummy, dan audit tenure berdasarkan lama perikatan dengan Kantor Akuntan Publik. Teknik analisis data meliputi regresi linier berganda yang telah memenuhi seluruh uji asumsi klasik. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara parsial, audit fee, audit switching, dan audit tenure tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit, meskipun tekanan finansial selama pandemi meningkatkan risiko audit. Secara simultan, ketiga variabel independen juga tidak berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R²) hanya sebesar 7,2%, sehingga 92,8% variasi kualitas audit dijelaskan oleh faktor lain di luar model seperti tata kelola perusahaan dan kompleksitas operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas audit pada perusahaan sektor kesehatan lebih ditentukan oleh profesionalisme, independensi, dan kepatuhan auditor terhadap standar audit, bukan semata oleh karakteristik perikatan audit. Regulasi mengenai pembatasan tenure dan kewajiban rotasi perlu diperkuat dengan peningkatan efektivitas komite audit, sistem pengendalian internal, dan tata kelola perusahaan agar keandalan laporan keuangan sektor kesehatan benar-benar terjamin di mata publik.