Peningkatan kebutuhan keamanan data pada jaringan modern mendorong pengembangan metode yang mampu menjaga kerahasiaan informasi tanpa mengurangi efektivitas komunikasi dan kinerja jaringan. Software Defined Networking (SDN) dan Edge Computing merupakan teknologi yang banyak digunakan untuk mendukung pengelolaan jaringan yang fleksibel serta pemrosesan data secara real-time dengan latensi rendah. Namun, penerapan kedua teknologi tersebut masih menghadapi berbagai ancaman keamanan, seperti sniffing, man-in-the-middle (MitM), dan serangan terhadap SDN controller yang berpotensi menyebabkan kebocoran informasi sensitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan menganalisis penerapan Homomorphic Encryption pada jaringan SDN berbasis Edge Computing guna meningkatkan keamanan data real-time. Metode penelitian yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) yang meliputi tahapan analisis, perancangan, simulasi, implementasi, dan monitoring sistem. Implementasi dilakukan menggunakan Mininet sebagai emulator jaringan, RYU Controller sebagai pengendali SDN, serta library Microsoft SEAL/TenSEAL dengan skema enkripsi Cheon-Kim-Kim-Song (CKKS). Pengujian dilakukan dengan membandingkan skenario pengiriman data tanpa enkripsi dan dengan Homomorphic Encryption berdasarkan parameter latensi, throughput, penggunaan CPU, penggunaan memori, serta tingkat keamanan menggunakan Wireshark. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Homomorphic Encryption mampu menjaga kerahasiaan data tanpa memerlukan proses dekripsi selama transmisi. Meskipun terjadi peningkatan latensi dan penurunan throughput akibat proses enkripsi, kinerja sistem masih berada dalam batas yang dapat diterima untuk aplikasi real-time. Selain itu, paket data terenkripsi tidak dapat dibaca oleh pihak ketiga, sehingga memberikan perlindungan yang efektif terhadap penyadapan. Integrasi SDN, Edge Computing, dan Homomorphic Encryption berpotensi menjadi solusi keamanan jaringan masa depan pada lingkungan industri.