Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh gangguan regulasi kadar glukosa darah akibat defisiensi atau resistensi insulin. Prevalensi penyakit ini terus meningkat secara global dan menjadi salah satu penyebab utama morbiditas serta mortalitas di berbagai negara. Penggunaan obat antidiabetes konvensional, seperti golongan sulfonilurea, masih memiliki berbagai keterbatasan, terutama risiko terjadinya hipoglikemia dan efek samping lainnya. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan kandidat obat antidiabetes yang lebih aman dan efektif, termasuk yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa aktif bawang dayak (Eleutherine palmifolia) sebagai kandidat antidiabetes melalui pendekatan in silico menggunakan metode molecular docking terhadap reseptor Peroxisome Proliferator-Activated Receptor Gamma (PPARγ). Preparasi protein dan ligan serta proses penambatan molekul dilakukan menggunakan perangkat lunak AutoDock dan PyRx pada struktur protein PPARγ (PDB ID: 2PRG). Hasil validasi metode menunjukkan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD) sebesar 1,96 Å yang menandakan metode docking valid dan dapat digunakan. Prediksi farmakokinetika dan toksisitas dilakukan menggunakan pkCSM, sedangkan evaluasi kelayakan sebagai obat oral dianalisis berdasarkan Lipinski’s Rule of Five melalui SwissADME. Dari 20 senyawa yang diuji, terdapat 8 senyawa yang memenuhi kriteria drug-likeness. Hasil virtual screening menunjukkan bahwa senyawa Eleutherine memiliki energi ikatan terbaik sebesar -7,45 kkal/mol dengan konstanta inhibisi 3,48 μM, mendekati ligan alami yang memiliki energi ikatan -8,98 kkal/mol. Analisis interaksi molekuler menunjukkan terbentuknya ikatan hidrogen dengan residu GLN 286 dan SER 289 serta beberapa interaksi hidrofobik yang serupa dengan ligan alami. Berdasarkan hasil tersebut, senyawa Eleutherine berpotensi dikembangkan sebagai kandidat obat antidiabetes oral melalui mekanisme aktivasi reseptor PPARγ.