Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset terhadap Laba Bersih pada PT Bank Central Asia Tbk Madeleine Sharlene; Florence Phoebe Judihardjo; Elizabeth Tiur Manurung
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10142

Abstract

Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset (impairment) merupakan salah satu komponen penting dalam laporan keuangan perbankan yang mencerminkan risiko kredit yang dihadapi perusahaan. Pembentukan cadangan kerugian kredit dapat memengaruhi profitabilitas bank karena dicatat sebagai beban yang mengurangi laba perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset terhadap Laba Bersih PT Bank Central Asia Tbk periode 2018–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal eksplanatori. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT Bank Central Asia Tbk selama periode 2018–2025 dengan jumlah observasi sebanyak delapan data tahunan. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Beban Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Aset memiliki koefisien regresi sebesar -0,1448 yang menunjukkan hubungan negatif terhadap Laba Bersih. Namun, pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik dengan nilai signifikansi sebesar 0,1713 (>0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,2869 menunjukkan bahwa impairment hanya mampu menjelaskan 28,69% variasi Laba Bersih, sedangkan 71,31% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa laba bersih PT Bank Central Asia Tbk tidak hanya dipengaruhi oleh kebijakan pencadangan kerugian kredit, tetapi juga oleh faktor lain seperti pendapatan bunga bersih, pertumbuhan kredit, efisiensi operasional, dan kondisi ekonomi makro.