Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh ESG Disclosure dan Tata Kelola Internal terhadap Tax Avoidance pada Sektor Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di BEI Lusi Rahmawati; Heliani Heliani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10311

Abstract

Praktik tax avoidance merupakan salah satu strategi yang sering digunakan perusahaan untuk meminimalkan beban pajak secara legal melalui pemanfaatan celah dalam peraturan perpajakan yang berlaku. Fenomena ini menjadi perhatian berbagai pihak karena dapat memengaruhi penerimaan negara sekaligus mencerminkan kebijakan manajemen dalam mengelola kewajiban pajak perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan tata kelola internal terhadap praktik tax avoidance pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2023–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling sehingga diperoleh 87 observasi yang berasal dari data sekunder berupa laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengungkapan ESG tidak berpengaruh signifikan terhadap tax avoidance. Demikian pula, tata kelola internal juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap praktik penghindaran pajak perusahaan. Pengujian secara simultan mengindikasikan bahwa model penelitian belum mampu menjelaskan variasi tax avoidance secara memadai. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi transparansi keberlanjutan melalui pengungkapan ESG serta mekanisme pengawasan internal belum menjadi faktor utama dalam menentukan kebijakan perpajakan perusahaan. Manajemen cenderung lebih berfokus pada upaya optimalisasi laba dan peningkatan nilai perusahaan guna memenuhi ekspektasi investor dibandingkan menjadikan aspek keberlanjutan dan tata kelola sebagai dasar dalam pengambilan keputusan terkait strategi pajak.