Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Ekosistem Digital dan Kinerja Keuangan Ritel Fisik: Analisis Komparatif Pasca-Akuisisi PT Supra Boga Lestari Tbk oleh PT Global Digital Niaga Ridho Dyan Alvionta; Sri Yuni; Ade Yuniati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10342

Abstract

Penelitian ini menganalisis perbedaan kinerja keuangan PT Supra Boga Lestari Tbk (RANC) sebelum dan sesudah akuisisi oleh PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli) sebagai bagian dari strategi integrasi ekosistem ritel fisik dan digital berbasis omnichannel. Pendekatan yang digunakan adalah komparatif kuantitatif dengan sumber data berupa laporan keuangan auditan pada periode pra dan pasca-akuisisi. Kinerja keuangan diukur melalui sepuluh rasio yang mencakup empat dimensi utama: likuiditas (Current Ratio dan Quick Ratio), solvabilitas (Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio), profitabilitas (Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Assets, dan Return on Equity), serta efisiensi operasional (Total Asset Turnover dan Inventory Turnover). Uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menentukan pemilihan alat uji hipotesis: Paired Sample T-Test untuk delapan variabel berdistribusi normal dan Wilcoxon Signed Rank Test untuk Gross Profit Margin dan Return on Assets. Hasil pengujian menunjukkan perbedaan signifikan pada delapan rasio Current Ratio, Quick Ratio, Debt to Asset Ratio, Debt to Equity Ratio, Gross Profit Margin, Return on Equity, Total Asset Turnover, dan Inventory Turnover sementara Net Profit Margin dan Return on Assets tidak menunjukkan perubahan yang signifikan secara statistik. Pola ini mengindikasikan transformasi keuangan yang asimetris: tekanan pada likuiditas dan pergeseran struktur modal terbukti nyata, namun peningkatan Return on Equity mengisyaratkan bahwa leverage pasca-akuisisi mulai memberikan imbal hasil bagi pemegang saham. Temuan ini menegaskan bahwa realisasi sinergi digital bersifat bertahap dan membutuhkan kerangka pemantauan kinerja yang adaptif dalam jangka menengah.