Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Beban Kerja dan Burnout terhadap Kinerja Karyawan yang Dimediasi Turnover Intention pada Departemen Quality Control PT XYZ di Kabupaten Tangerang Provinsi Banten Indriani Puji Astuti; Febri Sari Siahaan; Wulandari Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan burnout terhadap kinerja karyawan dengan turnover intention sebagai variabel mediasi pada Departemen Quality Control PT XYZ Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Departemen Quality Control PT XYZ yang berjumlah 58 orang, sedangkan pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik sampling jenuh atau metode sensus. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diukur menggunakan skala Likert lima tingkat. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui software SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja dan burnout berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, beban kerja dan burnout juga terbukti berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap turnover intention. Lebih lanjut, turnover intention ditemukan berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan serta mampu memediasi hubungan antara beban kerja dan burnout terhadap kinerja karyawan secara parsial (partial mediation). Temuan empiris ini menunjukkan bahwa pengelolaan beban kerja yang seimbang, pencegahan burnout, dan pengendalian turnover intention menjadi faktor yang sangat krusial dalam meningkatkan kinerja karyawan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk menerapkan strategi manajemen sumber daya manusia yang lebih efektif, seperti penyesuaian volume kerja, perbaikan lingkungan kerja, dan pemberian dukungan psikologis, guna menjaga produktivitas serta keberlangsungan kinerja organisasi secara berkelanjutan.