R. Caesario Boing Rachmat Raharjo
Politeknik Transportasi Darat Indonesia-STTD

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Prioritas Peningkatan Fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang Berdasarkan Metode AHP dan Persepsi Pengguna Layanan Titin Normala Sari; Endah Dwi Lestari; Wayan Aan Arya Supanca; R. Caesario Boing Rachmat Raharjo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10451

Abstract

Terminal memiliki peran penting sebagai simpul pelayanan transportasi darat yang mendukung mobilitas masyarakat dan kelancaran operasional angkutan umum, khususnya pada wilayah perdesaan. Namun, keterbatasan anggaran dan sumber daya menyebabkan peningkatan seluruh fasilitas terminal tidak dapat dilakukan secara bersamaan sehingga diperlukan penentuan prioritas peningkatan fasilitas secara tepat, efektif dan sesuai kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas peningkatan fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang, Kabupaten Landak, berdasarkan penilaian responden ahli dan persepsi pengguna layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan analisis persepsi pengguna layanan menggunakan skala Likert. Responden ahli terdiri atas pihak Dinas Perhubungan, pengelola terminal, dan akademisi/praktisi transportasi, sedangkan responden pengguna layanan berjumlah 100 responden yang terdiri dari penumpang, pengemudi angkutan umum, dan masyarakat pengguna terminal. Hasil analisis AHP menunjukkan bahwa fasilitas operasional inti menjadi prioritas utama dengan bobot sebesar 0,422, diikuti fasilitas pelayanan penumpang sebesar 0,295 dan fasilitas pendukung modern dan inklusif sebesar 0,282. Sementara itu, hasil analisis persepsi pengguna layanan menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan penumpang memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,636, diikuti fasilitas pendukung modern dan inklusif sebesar 4,340 serta fasilitas operasional inti sebesar 3,182. Hasil prioritas akhir melalui pendekatan weighted priority score menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan penumpang menjadi prioritas utama peningkatan fasilitas terminal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna layanan lebih memprioritaskan fasilitas yang berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kebutuhan dasar dibandingkan fasilitas yang bersifat teknis operasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan peningkatan fasilitas Terminal Dara Itam Ngabang secara lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan.
Evaluasi Kinerja Stasiun Ngunut Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum Menggunakan Metode IPA Raidedo Vinindo Silalahi; Lega Gede Fatahillah; Annissa Siti Nurhasanah; R. Caesario Boing Rachmat Raharjo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11369

Abstract

Stasiun Ngunut merupakan salah satu stasiun kelas II di wilayah Daerah Operasi VII Madiun yang memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat Kabupaten Tulungagung. Peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir belum sepenuhnya diimbangi oleh penyediaan fasilitas pelayanan yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja fasilitas pelayanan Stasiun Ngunut berdasarkan persepsi pengguna jasa serta merumuskan rekomendasi perbaikan fasilitas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner kepada 110 responden. Analisis dilakukan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) terhadap 18 atribut pelayanan yang disusun berdasarkan dimensi SERVQUAL dan indikator SPM Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kepentingan sebesar 3,830 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kinerja sebesar 3,375, sehingga masih terdapat kesenjangan antara harapan dan pelayanan yang diterima pengguna. Atribut yang menjadi prioritas utama perbaikan meliputi ketersediaan guiding block, toilet difabel, ruang laktasi, serta kenyamanan peron yang berkaitan dengan tinggi peron dan pelindung cuaca. Sementara itu, aspek kebersihan, ketepatan waktu perjalanan, dan pelayanan petugas telah menunjukkan kinerja yang baik dan perlu dipertahankan. Berdasarkan hasil analisis, direkomendasikan peningkatan fasilitas aksesibilitas, pembangunan ruang laktasi, pemasangan kanopi, serta peninggian dan perpanjangan peron guna meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas pelayanan di Stasiun Ngunut.