Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Informasi Akuntansi Manajemen dalam Pengambilan Keputusan Strategis Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Dinas Sosial Kota Kupang Endri Umbu Awang; Yohanes Demu; Maria Prudensiana Leda Muga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10457

Abstract

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Kota Kupang masih menghadapi berbagai permasalahan dalam proses penentuan penerima bantuan, seperti ketidakakuratan data, keterbatasan waktu verifikasi, serta pergantian data penerima tanpa verifikasi lanjutan yang berpotensi menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengambilan keputusan strategis yang didukung oleh informasi akuntansi manajemen yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran informasi akuntansi manajemen dalam pengambilan keputusan strategis penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Dinas Sosial Kota Kupang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari Kepala Dinas Sosial, Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan, operator sistem bantuan sosial, dan masyarakat penerima manfaat. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi akuntansi manajemen berperan penting dalam mendukung perencanaan, pengendalian, evaluasi, dan pengambilan keputusan strategis penyaluran BLTS. Penggunaan sistem seperti DTKS, SIKS, dan Siskeudes membantu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan. Pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa ketidakakuratan data, keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital petugas, dan koordinasi antarlembaga yang belum optimal. Diperlukan penguatan digitalisasi sistem, peningkatan kapasitas SDM, dan pemutakhiran data secara berkala agar penyaluran BLTS lebih efektif dan tepat sasaran