Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Financial Knowledge, Penggunaan Pinjaman Online, dan Pengelolaan Utang, terhadap Risiko Gagal Bayar Pinjaman Generasi Z Kecamatan Losari Nurbaeti Rizkiyah; Roni Roni; Dumadi Dumadi; Anisa Sains Kharisma; Hilda Kumala Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10604

Abstract

Kemajuan teknologi keuangan (fintech) yang pesat telah memfasilitasi aksesibilitas pinjaman untuk Generasi Z. Namun, perkembangan ini secara bersamaan meningkatkan risiko gagal bayar yang disebabkan oleh pemahaman yang tidak memadai dan manajemen keuangan yang tidak memadai. Investigasi ini bertujuan untuk memeriksa dampak literasi keuangan, pemanfaatan pinjaman online, dan praktik pengelolaan utang terhadap kejadian gagal bayar pinjaman di kalangan Generasi Z yang tinggal di Kabupaten Losari. Kerangka metodologis yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggabungkan pendekatan deskriptif dan verifikatif secara terpadu. Populasi target penelitian ini terdiri dari individu Generasi Z di Kabupaten Losari, dengan ukuran sampel 100 responden yang dipilih melalui teknik sampling acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner online yang terstruktur, diikuti dengan analisis menggunakan regresi linier ganda yang didukung oleh SPSS versi 22. Temuan menunjukkan bahwa, secara terpisah, pengetahuan keuangan memberikan pengaruh negatif dan signifikan secara statistik terhadap risiko gagal bayar, sedangkan pemanfaatan pinjaman online dan manajemen utang menunjukkan korelasi positif dan signifikan secara statistik dengan risiko gagal bayar. Secara kolektif, ketiga variabel independen menunjukkan efek yang signifikan pada kemungkinan gagal bayar pinjaman, sebagaimana dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi (R^2) sebesar 79,5%. Hasil ini menggarisbawahi kebutuhan kritis untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengatur penggunaan platform pinjaman digital guna mengurangi kerentanan keuangan di kalangan kelompok yang lebih muda.