Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh volume perdagangan saham, struktur modal, dan Market Value Added (MVA) terhadap Return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2025. Return saham merupakan salah satu indikator utama yang digunakan investor dalam mengevaluasi keberhasilan investasi, sehingga penting untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan dan data pasar modal. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 21 perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian dengan total 147 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12 setelah melalui serangkaian uji pemilihan model dan uji asumsi yang diperlukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan volume perdagangan saham, struktur modal, dan Market Value Added berpengaruh signifikan terhadap Return saham. Secara parsial, volume perdagangan saham berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham dengan nilai probabilitas sebesar 0,0308. Market Value Added juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return saham dengan nilai probabilitas sebesar 0,0067. Sebaliknya, struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap Return saham karena memiliki nilai probabilitas sebesar 0,0555. Temuan penelitian ini mendukung teori sinyal yang menyatakan bahwa tingginya aktivitas perdagangan saham serta kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai tambah menjadi sinyal positif bagi investor dalam menilai prospek perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan literatur akuntansi dan pasar modal serta menjadi referensi bagi investor, perusahaan, dan regulator dalam pengambilan keputusan investasi dan penyusunan kebijakan di pasar modal Indonesia...