Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Dampak Tren Thrifting terhadap Penurunan Daya Saing Industri Tekstil Lokal Arlista Hadhi Putri; Ria Angelia Panjaitan; N Wardah Raihan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10802

Abstract

Tren thrifting atau belanja pakaian bekas kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar gaya hidup hemat, tetapi telah berkembang menjadi fenomena ekonomi yang memengaruhi dinamika pasar fesyen di Indonesia. Popularitas aktivitas berburu pakaian bekas berkualitas dengan harga terjangkau semakin meningkat, terutama melalui media sosial yang menampilkan konten "berburu harta karun" atau thrift haul. Meskipun memberikan alternatif konsumsi yang ekonomis bagi masyarakat, fenomena ini juga menimbulkan berbagai konsekuensi bagi industri tekstil dan produk fesyen lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren thrifting, khususnya peredaran pakaian bekas impor ilegal, terhadap daya saing produk tekstil dalam negeri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, laporan, dan sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaku UMKM tekstil lokal menghadapi persaingan yang semakin berat karena pakaian bekas impor menawarkan harga yang jauh lebih murah dengan merek internasional yang memiliki nilai prestise tinggi di mata konsumen. Di sisi lain, produk lokal masih sering dipersepsikan kurang menarik dan kurang bergengsi dibandingkan produk bermerek asing. Selain faktor harga dan citra merek, strategi pemasaran digital yang diterapkan pelaku thrifting melalui platform seperti TikTok dan Instagram terbukti lebih efektif dalam menjangkau konsumen, sementara banyak pelaku industri lokal masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap masuknya pakaian bekas impor ilegal serta percepatan transformasi digital dan peningkatan inovasi produk bagi pelaku industri tekstil lokal agar mampu mempertahankan daya saing dan keberlanjutan usahanya di tengah perubahan perilaku konsumen.