Dinar Permana
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Interaksi antara Risiko Kredit (NPF) dan Risiko Likuiditas (FDR): Pengaruhnya terhadap Kinerja Keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia Dinar Permana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10860

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis interaksi dua arah antara risiko kredit Non Performing Financing (NPF) dan risiko likuiditas Financing to Deposit Ratio (FDR), serta pengaruhnya terhadap kinerja keuangan Bank Umum Syariah di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, dengan menelaah 10 artikel jurnal terakreditasi periode 2015–2025 yang diperoleh dari Google Scholar, DOAJ, Scopus, dan Garuda. Hasil kajian menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas dan likuiditas bank. Di sisi lain, FDR memiliki hubungan non-linear berbentuk inverted U-shaped, dengan tingkat optimal pada kisaran 75–85 yang mampu memaksimalkan profitabilitas. Interaksi dua arah antara NPF dan FDR membentuk siklus umpan balik positif, di mana peningkatan FDR secara agresif tanpa seleksi pembiayaan yang ketat cenderung meningkatkan NPF, kemudian memaksa penurunan FDR dan pada akhirnya memperburuk kinerja keuangan bank. Selain itu, Capital Adequacy Ratio (CAR) berperan sebagai variabel moderasi yang memperkuat pengaruh positif FDR dan memperlemah dampak negatif NPF. Temuan ini menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko yang seimbang dalam menjaga stabilitas dan profitabilitas bank syariah. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan strategi optimalisasi melalui penetapan target FDR yang dinamis, diversifikasi pembiayaan jangka pendek, penguatan buffer modal CAR pada kisaran 15–18, serta penerapan sistem peringatan dini yang terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih prudensial.