Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Working Capital Turnover dan Cash Conversion Cycle terhadap Profitabilitas Perusahaan Sub Sektor Automobiles & Components yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2024 Muhammad Basari; Suryadi Marthadinata
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Working Capital Turnover (WCT) dan Cash Conversion Cycle (CCC) terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA) pada perusahaan subsektor Automobiles & Components yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling sehingga diperoleh 8 perusahaan dengan total 40 pengamatan. Teknik analisis yang digunakan meliputi regresi linier berganda yang didukung oleh uji t, uji F, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Working Capital Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA, sedangkan Cash Conversion Cycle berpengaruh signifikan terhadap ROA. Secara simultan, WCT dan CCC berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,40 menunjukkan bahwa 40% variasi ROA dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan 60% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa efisiensi pengelolaan siklus konversi kas memiliki peran yang lebih dominan dalam meningkatkan profitabilitas dibandingkan dengan perputaran modal kerja pada perusahaan subsektor Automobiles & Components bahwa Working Capital Turnover tidak berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat perputaran modal kerja belum mampu memberikan kontribusi yang berarti terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan, sehingga perubahan pada perputaran modal kerja tidak secara langsung diikuti oleh perubahan Return on Assets.