Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Budaya Lokal terhadap Konsep Perancangan Arsitektur: Literature Review Kerlima Hutagaul; Sardianto Sardianto; Lilik Wahyudi; Mokhamad Deni Setia Budi; Muhammad Abid Djazuli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10905

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh budaya lokal terhadap konsep perancangan arsitektur, bentuk penerapannya dalam arsitektur modern, serta kontribusinya terhadap penguatan identitas dan keberlanjutan bangunan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan homogenisasi visual akibat globalisasi dan dominasi gaya internasional yang berpotensi mengurangi karakter arsitektur daerah. Penelitian menggunakan pendekatan literature review terhadap 15 jurnal ilmiah nasional dan internasional periode 2022–2026, yang dipadukan dengan analisis deskriptif kualitatif pada empat studi kasus, yaitu Gedung Sate Bandung, Aula Barat Institut Teknologi Bandung, Museum Sonobudoyo Yogyakarta, dan Masjid Raya Sumatera Barat. Analisis dilakukan terhadap bentuk bangunan, tata ruang, material, ornamen, orientasi, adaptasi iklim, serta fungsi sosial budaya. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya lokal berpengaruh kuat terhadap pembentukan karakter arsitektur melalui penggunaan tipologi atap tradisional, hierarki ruang, material setempat, simbol dan ragam hias, serta strategi ventilasi dan pencahayaan alami. Pendekatan vernakular dan neo-vernakular memungkinkan unsur tradisional diterapkan bersama teknologi serta kebutuhan ruang modern tanpa menghilangkan makna budaya. Keempat studi kasus memperlihatkan bahwa integrasi budaya lokal mampu membentuk bangunan yang kontekstual, mudah dikenali, diterima masyarakat, dan tetap relevan lintas waktu. Validasi berdasarkan pandangan pakar arsitektur vernakular memperkuat temuan bahwa arsitektur berbasis budaya lokal memiliki nilai autentisitas dan keberlanjutan yang tinggi. Dengan demikian, budaya lokal perlu ditempatkan sebagai landasan konseptual dalam perancangan arsitektur modern agar pembangunan tidak hanya memenuhi fungsi fisik, tetapi juga menjaga jati diri, kesinambungan budaya, dan keselarasan lingkungan.
Analisis Masjid Agung Al-Akbar Surabaya Mokhamad Deni Setia Budi; Siti Sujatini; Siti Wardiningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10858

Abstract

Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya merupakan salah satu bangunan keagamaan berskala besar di Indonesia yang memadukan karakter arsitektur Islam modern dengan respons terhadap iklim tropis. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan strategi desain pasif, organisasi ruang, zonasi fungsi, serta elemen dekoratif yang berkontribusi terhadap kenyamanan termal dan efisiensi penggunaan energi pada bangunan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi arsitektural, dokumentasi kondisi fisik, studi literatur, dan analisis komparatif terhadap prinsip arsitektur masjid modern serta desain berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan ruang utama didukung oleh keterpaduan ventilasi silang melalui bukaan yang tersebar, efek cerobong pada ruang berkubah dan berplafon tinggi, pemanfaatan selasar terbuka, penggunaan roster sebagai penyaring cahaya sekaligus jalur udara, serta pemilihan material yang membantu mengendalikan perpindahan panas. Pembagian zona ibadah, sosial, ekonomi, edukasi, dakwah, dan penunjang membentuk hierarki ruang yang jelas sehingga pergerakan jamaah dan aktivitas nonibadah dapat berlangsung secara efektif tanpa mengganggu kesakralan ruang utama. Elemen geometris, atap bertingkat, kubah, menara, kaligrafi, dan material lokal juga memperkuat identitas modern-Islamic architecture sekaligus menjalankan fungsi lingkungan. Dengan demikian, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya memperlihatkan bahwa kualitas estetika, kenyamanan pengguna, identitas keislaman, dan efisiensi energi dapat dibentuk melalui integrasi keputusan desain pasif, tata ruang yang terorganisasi, serta pengelolaan bangunan yang responsif terhadap pola penggunaan.