Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesenjangan antara Ekspektasi dan Realitas Kerja pada Generasi Z: Studi Fenomenologi pada Pekerja Awal Karir di Kawasan Industri Bekasi Dewi Juliana; Arie Hendra Saputro; Recky Recky; Andhika Mochamad Siddiq
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10909

Abstract

Generasi Z memasuki dunia kerja dengan ekspektasi yang relatif ideal mengenai keamanan kerja, keseimbangan kehidupan kerja, fleksibilitas, dan kejelasan jenjang karier, namun realitas organisasi manufaktur di kawasan industri sering berbeda jauh dari harapan tersebut. Penelitian sebelumnya dominan menggunakan pendekatan kuantitatif sehingga pengalaman subjektif pekerja Gen Z masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman hidup pekerja Generasi Z dalam menghadapi kesenjangan ekspektasi-realitas kerja pada tahap awal karier di kawasan industri Bekasi, menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi transendental Moustakas yang dibantu perangkat lunak NVivo 14. Data dikumpulkan dari sepuluh informan utama pekerja Generasi Z berstatus kontrak, tetap, dan outsourcing dengan masa kerja 6 bulan–5 tahun, melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi selama 1–6 Juni 2026, hingga tercapai titik kejenuhan data. Hasil penelitian mengungkap enam tema yang membentuk satu proses transisional berkelanjutan: ekspektasi kerja ideal, realitas organisasi yang penuh tekanan dan ketidakpastian, kesenjangan ekspektasi-realitas, dampak psikologis dan emosional, strategi adaptasi dan pembentukan career resilience, serta rekonstruksi makna kerja dan identitas profesional. Esensi pengalaman yang ditemukan menunjukkan bahwa kesenjangan tersebut bukan kegagalan individu, melainkan proses negosiasi berkelanjutan yang, melalui dukungan adaptasi yang tepat, dapat bermuara pada penguatan ketahanan karier. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian Manajemen Sumber Daya Manusia mengenai dinamika Generasi Z serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang strategi retensi dan kebijakan onboarding yang lebih adaptif.