Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Implementasi B-Safe QR Code dalam Upaya Pencegahan Terjadinya Risiko Kecelakaan Kerja di Kapal Perusahaan Bourbon Offshore Asia Malykha Febrianty Wibowo; Jumriani Jumriani; Gradina Nur Fauziah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11073

Abstract

Industri lepas pantai memiliki risiko kecelakaan kerja tinggi sehingga sistem pelaporan bahaya yang cepat dan akurat menjadi krusial. Bourbon Offshore Asia Batam semula menggunakan B-Safe Card manual yang menghadapi kendala kecepatan, ketepatan, dan rekapitulasi data. Sejak 2022, perusahaan menerapkan B-Safe QR Code, inovasi digital yang memungkinkan awak kapal melaporkan kondisi tidak aman, tindakan tidak aman, dan nyaris celaka secara real-time melalui pemindaian kode QR yang terpasang di berbagai titik strategis kapal. Setiap awak kapal diwajibkan mengirim minimal dua laporan per bulan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi, tingkat kepatuhan awak kapal, serta kendala penerapan B-Safe QR Code. Pendekatan kualitatif digunakan melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur dengan nakhoda, perwira keselamatan, dan awak, serta telaah dokumen perusahaan. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diverifikasi. Hasil menunjukkan kepatuhan meningkat dari hanya satu laporan pada Januari menjadi seluruh awak memenuhi target pada Maret seiring intensifikasi pengingat dan pengawasan secara konsisten. Kendala utama meliputi faktor operasional seperti kelelahan dan prioritas pekerjaan, faktor pemahaman yang menganggap pelaporan sebagai beban administratif, serta faktor teknis berupa keterbatasan jaringan internet di area lepas pantai. Temuan menegaskan bahwa keberhasilan sistem pelaporan digital memerlukan strategi manajemen perubahan, penguatan budaya keselamatan, pelatihan berkelanjutan, dan dukungan infrastruktur, bukan sekadar kecanggihan teknologi.