Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimasi DNS Server Berbasis BIND9 pada Debian dengan Menggunakan Algoritma Least Recently Used Cache untuk Meningkatkan Response Time Noperla Anjelisari Lumbanbatu; Yadi Limanta Maha; Lonia Harefa; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11086

Abstract

Perkembangan teknologi jaringan yang semakin pesat menuntut sistem yang mampu memberikan layanan dengan cepat dan efisien, khususnya dalam proses resolusi Domain Name System (DNS). Salah satu permasalahan yang sering terjadi adalah tingginya response time akibat banyaknya permintaan query yang tidak tersimpan dalam cache, sehingga memperlambat akses pengguna dan meningkatkan beban kerja server dalam melakukan resolusi ulang ke DNS eksternal. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi administrator jaringan dalam menjaga kualitas layanan, terutama pada sistem dengan volume permintaan yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode untuk mengoptimalkan kinerja DNS server melalui pengelolaan cache yang lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan algoritma Least Recently Used (LRU) terhadap performa DNS server berbasis BIND9 pada sistem operasi Debian 12. Metode yang digunakan adalah pendekatan eksperimen dengan membandingkan performa DNS server sebelum dan sesudah penerapan algoritma LRU pada lingkungan virtual menggunakan Oracle VirtualBox. Pengujian dilakukan menggunakan tools dnsperf dengan variasi jumlah client, yaitu 20, 50, dan 100, dan setiap skenario diulang lima kali untuk memperoleh nilai rata-rata yang lebih akurat. Parameter utama yang diukur adalah response time yang ditunjukkan melalui nilai average latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan algoritma LRU tidak selalu memberikan peningkatan performa pada semua kondisi. Pada beban rendah, performa tanpa LRU cenderung lebih baik, sedangkan pada beban tinggi (100 client), algoritma LRU mampu menurunkan response time secara signifikan. Dengan demikian, algoritma LRU lebih efektif digunakan pada kondisi dengan jumlah permintaan yang tinggi, sehingga dapat meningkatkan efisiensi kinerja DNS server pada sistem jaringan skala besar.