Aulia Febri Khairani
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi Digital dan Reproduksi Ketimpangan Sosial Ekonomi di Indonesia: Perspektif Sosiologi Ekonomi Aulia Febri Khairani; Hulwati Hulwati; Duhriah Duhriah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11105

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Perkembangan teknologi digital tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital, tetapi juga memengaruhi pola interaksi sosial, struktur pekerjaan, serta distribusi akses ekonomi dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi digital mereproduksi ketimpangan sosial-ekonomi di Indonesia dalam perspektif sosiologi ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis melalui studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah, seperti jurnal, buku, artikel akademik, laporan penelitian, serta data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak yang bersifat dualistik. Di satu sisi, digitalisasi mampu membuka peluang ekonomi baru melalui perkembangan e-commerce, financial technology (fintech), dan ekonomi platform yang meningkatkan efisiensi serta produktivitas masyarakat. Namun, di sisi lain, transformasi digital juga berpotensi memperkuat reproduksi ketimpangan sosial-ekonomi akibat adanya kesenjangan akses teknologi, rendahnya literasi digital, dan ketidakmerataan infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Dalam perspektif sosiologi ekonomi, kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi digital tidak bersifat netral, melainkan turut memengaruhi distribusi kekuasaan, akses sumber daya, dan stratifikasi sosial dalam masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan digital di Indonesia perlu diarahkan pada prinsip inklusivitas, pemerataan akses teknologi, dan keadilan sosial agar transformasi digital dapat menciptakan pembangunan sosial-ekonomi yang lebih berkelanjutan dan merata.