Octa Ferda Mulyadewi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mahardhika Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Manajemen Risiko dan Implementasi Tata Kelola Perusahaan Berdasarkan Pedoman Umum Tata Kelola Korporasi Indonesia pada PT Mitra Karya Prima Octa Ferda Mulyadewi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11134

Abstract

Transformasi industri energi nasional menuju energi bersih meningkatkan kompleksitas risiko strategis, operasional, hukum, keuangan, teknologi, dan reputasi pada perusahaan penyedia jasa ketenagalistrikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen risiko terintegrasi dan tata kelola perusahaan berdasarkan Pedoman Umum Tata Kelola Korporasi Indonesia (PUGKI) pada PT Mitra Karya Prima. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif-kualitatif melalui evaluasi mandiri praktisi internal, observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan telaah dokumen strategis berupa Buku RKAP 2026 serta SK Organisasi dan Tata Kerja 2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan praktik perusahaan terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, kewajaran, dan kerangka pengelolaan risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Bidang Kinerja, Risiko, dan Kepatuhan ke dalam fungsi Sekretariat Perusahaan mempercepat penyampaian profil risiko kepada Direksi, memperjelas akuntabilitas, dan mengurangi asimetri informasi. Penerapan Three Lines Model memperkuat pembagian peran antara fungsi operasional, pengawasan risiko dan kepatuhan, serta audit internal. Transformasi bisnis dari labour supply menuju Full Package Product dan layanan pendukung energi terbarukan didukung oleh e-risk management, digitalisasi pelaporan, dan internalisasi nilai AKHLAK. Meskipun demikian, efektivitas tata kelola perlu terus diperkuat melalui indikator risiko utama, pengujian skenario, integrasi risiko dengan keputusan investasi, keamanan siber, dan evaluasi budaya risiko. Tata kelola yang transparan dan sadar risiko berpotensi meningkatkan ketahanan bisnis, kepercayaan pemangku kepentingan, serta reputasi PT Mitra Karya Prima.