Meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki peran yang semakin penting dalam perkembangan pasar modal nasional. Kemudahan akses teknologi, ketersediaan berbagai platform investasi digital, serta meningkatnya literasi keuangan mendorong generasi muda untuk berpartisipasi dalam aktivitas investasi. Namun, keputusan investasi yang diambil tidak hanya dipengaruhi oleh aspek rasional berupa pengetahuan keuangan, tetapi juga oleh faktor psikologis dan preferensi risiko yang dimiliki investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial literacy, overconfidence, dan risk tolerance terhadap keputusan investasi Generasi Z di pasar modal Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 150 responden Generasi Z yang telah memiliki rekening efek dan aktif melakukan investasi di pasar modal. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi dengan nilai t-hitung sebesar 4,568 dan nilai signifikansi 0,000. Overconfidence juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi dengan nilai t-hitung sebesar 3,817 dan tingkat signifikansi 0,000. Selain itu, risk tolerance menjadi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap keputusan investasi dengan nilai t-hitung sebesar 6,215 dan tingkat signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,671 menunjukkan bahwa 67,1% variasi keputusan investasi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa kombinasi antara pengetahuan keuangan, tingkat kepercayaan diri, dan toleransi risiko memiliki peran penting dalam membentuk keputusan investasi Generasi Z di pasar modal Indonesia.