Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Integration (WLI) dan Kesejahteraan Karyawan (Employee Well-being / EWB) terhadap Produktivitas Kerja karyawan yang menerapkan sistem kerja jarak jauh (remote working). Perkembangan teknologi digital dalam dua dekade terakhir telah mengubah secara fundamental struktur dan sistem kerja di berbagai sektor industri. Inovasi seperti teknologi cloud, perangkat lunak kolaboratif daring, serta komunikasi real-time melalui platform seperti: Zoom, Slack dan Microsoft Teams Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksplanatori dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring kepada 150 responden karyawan di sektor industri teknologi dan kreatif yang bekerja secara jarak jauh, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Regresi Linear Berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Sampel dilakukan karena peneliti memiliki keterbatasan dalam melakukan penelitian baik dari segi waktu, tenaga, dana dan jumlah populasi yang sangat banyak. Maka peneliti harus mengambil sampel yang benar-benar representative (dapat mewakili). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, baik Work-Life Integration maupun Employee Well-being berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Secara simultan, kedua variabel independen tersebut secara bersama-sama berkontribusi signifikan dalam mendorong performa kerja, dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 54,2%. Di antara kedua variabel, Employee Well-being ditemukan memiliki pengaruh yang lebih dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga kesejahteraan mental dan fisik karyawan serta memberikan fleksibilitas integrasi aktivitas domestik-profesional merupakan kunci utama dalam mempertahankan produktivitas kerja jarak jauh. Perusahaan disarankan untuk menyusun kebijakan jam kerja yang adaptif dan menyediakan program dukungan kesehatan mental berkala.