Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Paradigma Komunikasi Publik Berbasis Nilai-Nilai Islam di Era Digital Haryati Haryati; Yusuf Hanafi; Tamrin Sikumbang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11167

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi paradigma komunikasi publik berbasis nilai Islam di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Latar belakang penelitian berangkat dari perubahan ruang publik akibat transformasi teknologi digital yang memengaruhi pola komunikasi, otoritas keagamaan, serta praktik penyebaran informasi Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik terhadap dua puluh lima artikel ilmiah yang diseleksi secara sistematis menggunakan pedoman PRISMA 2020 dari basis data Scopus, Google Scholar, dan DOAJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mendorong perubahan komunikasi publik dari pola linear menuju komunikasi partisipatif, interaktif, dan berbasis jejaring. Konsep digital religion menjelaskan integrasi ruang daring dan luring dalam pembentukan identitas, komunitas, serta otoritas keagamaan digital. Penelitian ini juga menemukan bahwa nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah merupakan fondasi etik yang memperkuat kredibilitas, transparansi, tanggung jawab, serta kepercayaan publik pada komunikasi digital. Rekonstruksi paradigma yang dihasilkan mengintegrasikan teori komunikasi publik, digital religion, dan nilai komunikasi Islam sebagai kerangka konseptual yang adaptif terhadap masyarakat digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan komunikasi Islam serta implikasi praktis bagi lembaga keagamaan, pemerintah, perguruan tinggi, dan praktisi komunikasi dalam merancang strategi komunikasi publik yang etis, inklusif, adaptif, berbasis literasi digital, serta relevan menghadapi tantangan disinformasi, polarisasi, dan krisis kepercayaan masyarakat.