Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksplorasi Strategi Coping pada Perawat Perempuan dengan Beban Kerja Tinggi: Studi pada Perawat UGD Puskesmas Tinggimoncong Malino Nurfadillah Nurfadillah; Andi Risfan Rizaldi; A. Tenri Syahriani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi coping yang digunakan oleh perawat perempuan dalam menghadapi beban kerja tinggi di Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Tinggimoncong Malino, dengan fokus pada emotional disclosure sebagai mekanisme coping. Perawat UGD menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan yang kompleks, meliputi tekanan fisik, mental, dan emosional akibat kondisi pasien yang tidak dapat diprediksi, tuntutan pelayanan yang cepat, keterbatasan tenaga kesehatan, serta tekanan dari keluarga pasien. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan stres kerja dan memengaruhi kesejahteraan psikologis perawat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman hidup (lived experiences) perawat perempuan dalam menghadapi tekanan kerja tersebut. Informan penelitian terdiri atas tiga perawat perempuan yang bertugas di UGD Puskesmas Tinggimoncong Malino dan dipilih secara purposive sesuai dengan kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan analisis fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi menimbulkan berbagai respons emosional seperti stres, kelelahan, kecemasan, dan tekanan psikologis. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perawat perempuan memanfaatkan emotional disclosure dengan cara berbagi cerita, mengungkapkan perasaan, dan menceritakan pengalaman kerja kepada rekan kerja, suami, keluarga, maupun orang terdekat yang dipercaya. Praktik ini membantu perawat memperoleh dukungan sosial, mengurangi beban emosional, serta meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap tekanan kerja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa emotional disclosure merupakan mekanisme coping yang efektif dalam membantu perawat perempuan menjaga keseimbangan emosional dan kesejahteraan psikologis di tengah tingginya tuntutan kerja di lingkungan UGD.