Hapid Zalaludin
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Dakwah Berbasis Kewirausahaan Islami: Integrasi Adaptif dan Kolaboratif di Era Digital Hapid Zalaludin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11338

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dakwah berbasis kewirausahaan Islami melalui pendekatan adaptif dan kolaboratif sebagai respons terhadap perkembangan era digital. Penelitian berfokus pada identifikasi landasan teologis dan praktis kewirausahaan Islami, analisis strategi adaptif dalam pengembangan dakwah digital, kajian peran kolaborasi lintas sektor, serta perumusan model implementasi yang berkelanjutan bagi lembaga dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui berbagai buku, jurnal ilmiah terakreditasi, prosiding, dan dokumen ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi dakwah dan kewirausahaan Islami mampu menciptakan kemandirian ekonomi lembaga dakwah tanpa mengurangi substansi nilai-nilai Islam. Strategi adaptif diwujudkan melalui penguatan literasi digital, inovasi konten, pemanfaatan media sosial, pengembangan model bisnis syariah, serta evaluasi berbasis data. Strategi kolaboratif dilakukan dengan membangun kemitraan bersama akademisi, pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dan kreator konten Muslim untuk memperluas jangkauan dakwah serta meningkatkan dampak sosial dan ekonomi. Meskipun terdapat tantangan berupa persaingan konten digital, risiko komersialisasi dakwah, dan kesenjangan kompetensi digital, peluang pengembangan dakwah tetap terbuka melalui pemanfaatan teknologi dan ekonomi kreatif. Model implementasi yang diusulkan meliputi penguatan sumber daya manusia, inovasi produk dan layanan, pengelolaan keuangan yang profesional, kepemimpinan visioner, serta evaluasi berkelanjutan sehingga dakwah berbasis kewirausahaan Islami dapat berjalan efektif, mandiri, dan berkelanjutan.