Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Gaya Hidup dan Pendapatan terhadap Kinerja Keuangan Mahasiswa Pekerja Generasi Z Perguruan Tinggi Swasta di Kota Manado Regina Ade Tabansa; Tonny S. Maringka; Mercy Mantur; Sweetly Mumu; Farly C.M. Teneh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11418

Abstract

Perkembangan ekonomi digital dan adopsi teknologi keuangan telah mengubah pola konsumsi dan pengelolaan uang di kalangan Generasi Z. Generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital ini menghadapi tantangan keuangan unik, terutama bagi mahasiswa yang berstatus sebagai pekerja. Mereka dituntut menyeimbangkan kebutuhan akademik, tuntutan pekerjaan, dan tekanan gaya hidup konsumtif. Kemampuan mengelola keuangan menjadi sangat krusial bagi mahasiswa pekerja karena berdampak langsung pada keberlanjutan studi dan kesejahteraan finansial. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh gaya hidup dan pendapatan terhadap kinerja keuangan mahasiswa pekerja Generasi Z pada perguruan tinggi swasta di Kota Manado. Metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal digunakan, dengan pengumpulan data melalui kuesioner terstruktur terhadap 120 responden menggunakan simple random sampling dan rumus Slovin. Analisis regresi linear berganda dengan SPSS 26.0 menunjukkan bahwa gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan dengan t hitung 5,617 dan Sig. 0,000. Pendapatan berpengaruh positif dan signifikan dengan t hitung 3,150 dan Sig. 0,002. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 41,611 dan Sig. 0,000. Koefisien determinasi R² 0,412 menunjukkan kedua variabel menjelaskan 41,2% variasi kinerja keuangan. Persamaan regresi Y = 11,156 + 0,416 X1 + 0,378 X2. Temuan ini memperkuat perspektif behavioral finance bahwa keputusan keuangan tidak semata-mata rasional, melainkan dipengaruhi kebiasaan, tekanan sosial, dan pola perilaku konsumsi. Penelitian juga memperkuat teori behavioral finance di konteks mahasiswa pekerja.