Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Can Petrochemical Business Be Sustainable? Chandra Asri's ESG Transformation Under Geopolitical Volatility Safira Dwi Prakusya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11539

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi Environmental, Social, and Governance (ESG) PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam menghadapi volatilitas geopolitik energi serta mengevaluasi ketahanan strategi keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan analisis deskriptif melalui pendekatan multi-framework yang meliputi PESTEL, Porter's Five Forces, VRIO, Value Chain, Legitimacy Theory, Stakeholder Theory, Carroll's Pyramid of Corporate Social Responsibility, Ethical Business Framework, dan scenario planning. Data penelitian berasal dari Laporan Tahunan PT Chandra Asri Pacific Tbk Tahun 2025, laporan lembaga internasioanl, dan berbagai literatur ilmiah bereputasi yang relevan dengan implementasi ESG, strategi bisnis, dan manajemen risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi ESG perusahaan telah mengarah pada perubahan yang bersifat substantif, ditunjukkan oleh penurunan intensitas emisi gas rumah kaca sebesar 20,73%, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, implementasi Sustainability-Linked Loan, dan pengembangan program ekonomi sirkular CIRCLO® sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan. Analisis juga menunjukkan bahwa integrasi ESG telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan legitimasi perusahaan, penguatan tata kelola, serta akses terhadap pembiayaan berkelanjutan. Namun, strategi ESG perusahaan masih menghadapi tantangan akibat tingginya ketergantungan terhadap naphtha impor dan adanya kontradiksi antara ekspansi bisnis berbasis energi fosil dengan komitmen dekarbonisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat diversifikasi bahan baku, meningkatkan transparansi pelaporan ESG, serta mengintegrasikan keberlanjutan sebagai strategi inti untuk meningkatkan ketahanan bisnis terhadap risiko geopolitik dan transisi energi global.