Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Green Accounting dan Kinerja Lingkungan terhadap Profitabilitas Perusahaan Manufaktur di Indonesia Muhamad Gunawan; Anisa Sains Kharisma; Nasiruddin Nasiruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11576

Abstract

Perusahaan tidak hanya dituntut mencari laba, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara empiris pengaruh green accounting dan kinerja lingkungan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan data penilaian PROPER. Sampel penelitian sebanyak 210 observasi dipilih menggunakan teknik purposive sampling selama periode lima tahun berturut-turut. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan kinerja lingkungan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Lebih lanjut, masing-masing variabel memiliki koefisien regresi positif dengan signifikansi di bawah 0,05, yang mengindikasikan bahwa peningkatan praktik akuntansi lingkungan maupun perbaikan kinerja ekologis mampu mendorong kenaikan ROA. Selain itu, kedua variabel secara simultan juga terbukti berpengaruh positif terhadap profitabilitas perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan praktik akuntansi lingkungan dan pengelolaan lingkungan yang baik dapat mendukung peningkatan profitabilitas. Implikasi hasil ini menunjukkan bahwa investasi dalam sistem akuntansi berbasis lingkungan serta pengelolaan limbah dan emisi bukan sekadar beban biaya, melainkan strategi bisnis jangka panjang yang mendorong efisiensi operasional dan reputasi. Hal ini sekaligus memperkuat teori legitimasi bahwa komitmen terhadap kelestarian lingkungan berbanding lurus dengan kinerja keuangan perusahaan.