Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja di SMP Negeri Yanggandur Kabupaten Merauke Noer Soelistijaningsih; Mega Mahardika; Melati Maria Yuliani Prasetyo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11616

Abstract

Literasi kesehatan reproduksi remaja di daerah terpencil dan perbatasan menghadapi tantangan signifikan akibat faktor geografis, keterbatasan akses informasi ilmiah, dan norma sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan perilaku hidup sehat terkait kesehatan reproduksi pada siswa SMP Negeri Yanggandur, Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan meliputi pengkajian situasi dengan analisis fishbone, penentuan prioritas menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth), analisis SWOT, serta implementasi edukasi melalui penyuluhan, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab. Hasil analisis USG mengidentifikasi tiga prioritas masalah, yaitu minimnya media edukasi dengan skor 14, rendahnya pengetahuan higiene dan PHBS organ reproduksi dengan skor 13, serta kurangnya pemahaman pencegahan perilaku berisiko dan pubertas dengan skor 12. Analisis SWOT menempatkan program pada Kuadran I (Growth Strategy), yang menunjukkan kekuatan dan peluang yang lebih dominan dibandingkan kelemahan dan ancaman. Evaluasi pasca-edukasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai kesehatan reproduksi, perubahan pubertas, kebersihan organ reproduksi, dan pentingnya perilaku hidup sehat. Temuan ini mengonfirmasi bahwa edukasi berbasis sekolah merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja. Disimpulkan bahwa program ini berhasil meningkatkan kesadaran siswa dan memberikan landasan yang kuat untuk pengembangan program edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan di sekolah. Implikasinya, diperlukan pemanfaatan media digital, penguatan peran guru, dan kemitraan lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan edukasi kesehatan reproduksi di wilayah perbatasan secara komprehensif dan berkesinambungan.