Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Tax Avoidance dan Kinerja Keuangan terhadap Nilai Perusahaan Dewi Rizky Kusumonegoro; Rayhan Kurnia Darma Putra; Rizki Aditama Nugraha; Hexana Sri Lastanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11635

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh tax avoidance dan kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. Penelitian ini dilandasi oleh agency theory dan signaling theory, di mana tax avoidance dikaji melalui perspektif konflik kepentingan antara manajer dan pemegang saham, sedangkan kinerja keuangan dikaji sebagai sinyal positif yang dikirimkan manajemen kepada investor. Populasi mencakup seluruh perusahaan sub sektor transportasi dan logistik yang terdaftar di BEI selama periode pengamatan, dengan sampel dipilih melalui purposive sampling sehingga diperoleh 17 perusahaan dengan 85 observasi sebagai balanced panel data. Tax avoidance diukur dengan Effective Tax Rate (ETR), kinerja keuangan dengan Return on Assets (ROA), dan nilai perusahaan dengan rasio Tobin's Q, dianalisis melalui regresi data panel menggunakan EViews 14. Berdasarkan uji pemilihan model (Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier), model terbaik yang terpilih adalah Random Effect Model (REM). Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan tax avoidance tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (p-value = 0,9201 > 0,05), sehingga hipotesis pertama ditolak, sementara kinerja keuangan berpengaruh positif dan signifikan (p-value = 0,0093 < 0,05), sehingga hipotesis kedua diterima. Secara simultan, tax avoidance dan kinerja keuangan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (F-statistik = 3,5737; p-value = 0,0325 < 0,05), dengan Adjusted R² sebesar 5,77% yang mengindikasikan adanya faktor lain di luar model yang turut memengaruhi nilai perusahaan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa manajemen perusahaan sektor transportasi dan logistik perlu memprioritaskan efisiensi operasional dan optimalisasi pengelolaan aset sebagai strategi utama meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan.