Penelitian ini mengkaji pengaruh Supply Chain Integration, Green Supply Chain, dan Teknologi Informasi terhadap Kinerja Industri Manufaktur pada perusahaan manufaktur di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya persaingan industri manufaktur yang menuntut perusahaan untuk mampu meningkatkan kinerja operasional serta pemanfaatan teknologi informasi yang efektif. Populasi penelitian terdiri atas perusahaan manufaktur yang memiliki aktivitas rantai pasok, memanfaatkan teknologi informasi, dan menerapkan praktik Green Supply Chain. Sampel penelitian berjumlah 42 responden Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26 yang meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas), serta pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, serta model regresi memenuhi seluruh asumsi klasik sehingga layak digunakan sebagai alat analisis. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -3,181 + 0,578X₁ + 0,702X₂ + 1,410X₃. Persamaan tersebut menunjukkan bahwa Supply Chain Integration, Green Supply Chain, dan Teknologi Informasi memiliki arah hubungan positif terhadap Kinerja Industri Manufaktur. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa Supply Chain Integration, Green Supply Chain, dan Teknologi Informasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Industri Manufaktur dengan nilai F hitung sebesar 83,100 dan tingkat signifikansi <0,001. Selain itu, hasil koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,868 yang berarti bahwa 86,8% variasi Kinerja Industri Manufaktur dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya sebesar 13,2% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian