Keevin Romario
Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam Publikasi Program Penerimaan Prajurit TNI AL Keevin Romario
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11898

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan terkait penyampaian informasi penerimaan Prajurit TNI Angkatan Laut yang dalam beberapa tahun terakhir belum tersampaikan secara optimal kepada masyarakat. Kondisi tersebut menyebabkan masih terdapat masyarakat yang belum memperoleh informasi secara maksimal mengenai program penerimaan prajurit TNI Angkatan Laut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal) sebagai bagian dari Humas TNI Angkatan Laut dalam memberikan informasi dan publikasi terkait program penerimaan Prajurit TNI Angkatan Laut kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah empat orang yang terdiri dari personel Dispenal, Lapetal, dan calon pendaftar Prajurit TNI Angkatan Laut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Dinas Penerangan Angkatan Laut dalam publikasi program penerimaan Prajurit TNI Angkatan Laut telah berjalan dengan baik melalui pemanfaatan berbagai media komunikasi dan kegiatan publikasi kepada masyarakat. Strategi tersebut mampu meningkatkan penyebaran informasi serta mendukung peningkatan animo masyarakat untuk mengikuti proses penerimaan prajurit setiap tahunnya. Namun, masih terdapat hambatan berupa keterbatasan lokasi pendaftaran di beberapa wilayah karena jumlah Lantamal dan Lanal yang masih terbatas, sehingga sebagian calon pendaftar mengalami kesulitan dalam menjangkau lokasi pendaftaran terdekat.