Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penerapan Green Accounting, Environmental Disclosure, dan Profitabilitas terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2022 s.d. 2024 Mohamad Zidan Fakhriy Zakiy; Murtanto Murtanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11905

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green accounting, environmental disclosure, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan korporasi, disertai inkonsistensi temuan penelitian terdahulu mengenai hubungan antara praktik lingkungan dan nilai perusahaan, menjadi alasan utama dilakukannya pengujian ulang terhadap ketiga variabel tersebut pada konteks sektor dan periode yang lebih mutakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi data panel. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling, sehingga diperoleh 189 observasi akhir setelah proses eliminasi outlier. Green accounting dan environmental disclosure diukur menggunakan teknik content analysis berdasarkan Global Reporting Initiative (GRI) Standards 2021 pada indikator lingkungan GRI 300 series, sementara profitabilitas diproksikan dengan Return On Assets, dan nilai perusahaan diukur menggunakan Tobin's Q. Pemilihan model melalui Uji Chow dan Uji Hausman menunjukkan bahwa Fixed Effect Model merupakan model estimasi yang paling sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green accounting dan environmental disclosure berpengaruh signifikan negatif terhadap nilai perusahaan, sedangkan profitabilitas berpengaruh signifikan positif terhadap nilai perusahaan. Secara simultan, ketiga variabel independen mampu menjelaskan proporsi variasi nilai perusahaan yang cukup besar. Temuan ini mengindikasikan bahwa investor di pasar modal Indonesia masih memandang inisiatif lingkungan sebagai beban biaya dibandingkan sebagai pendorong nilai jangka panjang, sementara kinerja keuangan tetap menjadi pertimbangan dominan dalam penilaian perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur akuntansi lingkungan sekaligus wawasan praktis bagi strategi komunikasi keberlanjutan perusahaan.