Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Return On Assets (ROA) Annisa Claudya Puteri; Deni Hamdani; Chelsi Asmiranda Putri Zaenal; Anita Suraeza; Zabrina Ardianti; Neng Adzkia Nurkamila
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Total Asset Turnover (TATO), dan Net Profit Margin (NPM) terhadap Return on Assets (ROA) pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan mencakup 11 perusahaan, sehingga diperoleh 55 observasi perusahaan-tahun. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS, disertai uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap Return on Assets. Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover, dan Net Profit Margin berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Assets, dengan Net Profit Margin sebagai variabel yang paling dominan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap Return on Assets. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,867 menunjukkan bahwa 86,7% variasi Return on Assets dapat dijelaskan oleh model, sedangkan 13,3% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Model tidak menunjukkan gejala multikolinearitas, tetapi masih memiliki indikasi ketidaknormalan residual dan autokorelasi positif ringan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan profitabilitas perusahaan lebih kuat dipengaruhi oleh kemampuan menghasilkan laba bersih, efisiensi pemanfaatan aset, dan pengelolaan struktur modal dibandingkan tingkat likuiditas jangka pendek.