Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Industri Rumah Sakit Swasta di Indonesia Tahun 2020-2024 Marita Nur Waannahari; Sony Kristiyanto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi industri rumah sakit swasta di Indonesia selama periode 2020–2024 dengan menggunakan pendekatan Structure–Conduct–Performance (SCP). Penelitian menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan sebelas perusahaan rumah sakit swasta yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Analisis struktur industri dilakukan melalui pengukuran kapitalisasi aset dan pangsa pasar masing-masing perusahaan. Sementara itu, perilaku perusahaan dianalisis berdasarkan strategi diferensiasi tarif layanan serta segmentasi pasar yang diterapkan untuk menjangkau kelompok konsumen yang beragam. Kinerja industri diukur menggunakan indikator Return on Assets (ROA) sebagai alat untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang dimiliki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rumah sakit swasta di Indonesia memiliki tingkat konsentrasi pasar yang tinggi. Nilai Concentration Ratio Four Firms (CR4) selama periode penelitian berada pada kisaran 63,29%–66,89%, yang mengindikasikan terbentuknya struktur pasar oligopoli ketat. Penguasaan aset industri didominasi oleh PT Siloam International Hospitals Tbk, PT Medikaloka Hermina Tbk, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. Selain itu, penelitian menemukan adanya perbedaan strategi penetapan tarif layanan dan segmentasi pasar di antara perusahaan, yang mencerminkan penerapan diferensiasi layanan untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen masyarakat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa struktur industri yang terkonsentrasi mendorong perusahaan untuk menerapkan strategi kompetitif, meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat posisi pasar, serta mempertahankan dan meningkatkan daya saing dalam industri rumah sakit swasta di Indonesia.