Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Desain dan Implementasi Wazuh Active Response untuk Mitigasi Serangan Konten Judi Online Gian Virgiawan; I Putu Hariyadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12023

Abstract

Serangan bermotif judi online yang menyasar situs pemerintah dan akademik semakin meningkat, di mana pelaku mengeksploitasi celah unggah file untuk menyisipkan gambar promosi judi, webshell, kata kunci, maupun tautan tersembunyi (SEO Poisoning). Sistem Security Information and Event Management (SIEM) seperti Wazuh telah banyak digunakan untuk mendeteksi ancaman ini, namun sebagian besar penelitian terdahulu masih bersifat pasif, hanya memberikan peringatan tanpa tindakan pemulihan otomatis, serta mengandalkan verifikasi berbasis hash yang tidak mampu mengenali konten judi yang disamarkan di dalam gambar atau modifikasi file yang bersifat zero-day. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem keamanan berlapis (Multi-Layer Defense) berbasis Wazuh yang mengintegrasikan File Integrity Monitoring (FIM), OCR berbasis Tesseract dan OpenCV, domain blacklist berisi 98.730 domain, deteksi webshell berbasis Regex, dan pemantauan syscall menggunakan Linux Auditd, yang dilengkapi fitur Active Response untuk meremediasi ancaman secara otomatis serta notifikasi real-time melalui Telegram Bot API. Metode penelitian yang digunakan adalah Network Development Life Cycle (NDLC) dengan tiga tahapan, yaitu analysis, design, dan simulation prototyping. Pengujian dilakukan menggunakan metode Black-Box Testing pada lima skenario serangan yang diulang lima kali pada tiga kondisi operasional berbeda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berhasil mendeteksi dan memitigasi seluruh skenario serangan dengan tingkat keberhasilan 100% serta rata-rata waktu remediasi di bawah 15 detik, jauh lebih cepat dibandingkan proses penanganan manual.