Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Akuntansi Berbasis Akrual dan Penganggaran Berbasis Kinerja dalam Penguatan Akuntabilitas Publik pada Pemerintahan Indonesia Adinda Novia Syahrani; Aisyah Safitri; Dea Alyandah Pratiwi; Gafira Nur Amalia; Yasin Mulyanto; Yohanes Agung Nugroho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12034

Abstract

Reformasi pengelolaan keuangan publik di Indonesia tidak hanya bertujuan menghasilkan laporan keuangan yang andal, tetapi juga memastikan bahwa penggunaan anggaran mampu mencerminkan pencapaian kinerja secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Dalam konteks tersebut, akuntansi berbasis akrual dan penganggaran berbasis kinerja menjadi dua instrumen utama yang mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil. Meskipun keduanya telah diterapkan melalui berbagai regulasi, integrasi antara kedua sistem masih belum optimal sehingga informasi keuangan belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi kinerja program pemerintah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya integrasi akuntansi berbasis akrual dan penganggaran berbasis kinerja dalam meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan publik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif, memanfaatkan peraturan perundang-undangan, buku, dan artikel ilmiah sebagai sumber data yang dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua sistem mampu menghasilkan informasi yang lebih komprehensif untuk mendukung transparansi, evaluasi kinerja, dan pengambilan keputusan. Keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh kompetensi aparatur, keselarasan indikator kinerja, serta dukungan sistem informasi yang terintegrasi. Namun demikian, tantangan masih ditemukan dalam bentuk kualitas sumber daya manusia yang belum merata, sistem informasi yang terpisah antarinstansi, dan indikator kinerja yang masih berorientasi pada output而非outcome. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan dan optimalisasi pemanfaatan informasi keuangan untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pelayanan publik, sehingga dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.