Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work Life Balance dan Flexible Working Arrangement terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Pegadaian Kanwil XII Kota Surabaya Nadya Lavika Putri Cahyani; Sri Budi Kasiyati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12038

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal untuk menganalisis pengaruh work life balance dan flexible working arrangement terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 82 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, uji parsial (t), uji simultan (F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi belum menjadi faktor utama yang menentukan kepuasan kerja, yang diduga dipengaruhi oleh dominasi karyawan Generasi Z yang lebih mengutamakan fleksibilitas kerja, kesempatan berkembang, dan otonomi dalam bekerja. Sebaliknya, flexible working arrangement terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Fleksibilitas dalam mengatur waktu dan lokasi kerja mampu meningkatkan kenyamanan serta kepuasan karyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Nilai koefisien determinasi sebesar 40,3% menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan variasi kepuasan kerja sebesar 40,3%, sedangkan 59,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model, seperti kompensasi, lingkungan kerja, budaya organisasi, kepemimpinan, dan pengembangan karier. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk mempertahankan kebijakan kerja fleksibel serta meningkatkan program yang mendukung kesejahteraan psikologis karyawan guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.