Perkembangan teknologi digital telah mendorong UMKM untuk memanfaatkan platform digital sebagai sarana memperluas pasar dan meningkatkan daya saing. Namun, banyak UMKM masih bergantung pada media sosial dan marketplace sebagai kanal utama penjualan yang memiliki keterbatasan dalam pengelolaan identitas merek, katalog produk, data pelanggan, serta proses transaksi secara terintegrasi. Kondisi tersebut juga dialami oleh Toko Baju Luko, sebuah UMKM di bidang fashion yang belum memiliki platform digital mandiri untuk mendukung aktivitas bisnisnya. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan website e-commerce yang sesuai dengan kebutuhan operasional Toko Baju Luko, mengevaluasi tingkat kegunaan (usability) sistem, serta menganalisis kelayakan finansial implementasinya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Four-D (Define, Design, Develop, Disseminate). Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan survei terhadap 36 responden menggunakan instrumen USE Questionnaire. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website yang dikembangkan berhasil menyediakan berbagai fitur utama, meliputi halaman pelanggan berupa Home, Shop/Katalog, Detail Produk, Keranjang, Checkout, Cek Status Pesanan, dan Shopping Assistant, serta Admin Panel yang mendukung pengelolaan produk, stok, pesanan, transaksi, koleksi, konten, dan panduan penggunaan. Hasil pengujian usability memperoleh skor 89,78% dengan kategori sangat bermanfaat, yang menunjukkan bahwa sistem mudah dipelajari, mudah digunakan, dan mampu meningkatkan pengalaman pengguna. Selain itu, hasil analisis Cost Benefit Analysis (CBA) menunjukkan Net Benefit sebesar Rp26.576.000 dan Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 4,54, sehingga pengembangan website dinilai layak secara ekonomi. Dengan demikian, implementasi website e-commerce Toko Baju Luko terbukti menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat identitas merek, dan mengoptimalkan pengelolaan data pelanggan.